DOSIS RADIASI GAMMA TERHADAP BAHAN BANGUNAN SEMEN

 

Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain. Radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau disebut juga dengan foton adalah jenis radiasi yang tidak mempunyai massa dan muatan listrik. Misalnya adalah gamma dan sinar-X, dan juga termasuk radiasi tampak seperti sinar lampu, sinar matahari, gelombang microwave, radar dan handphone, (BATAN, 2008).

Gaya hidup merupakan pola hidup yang dilakukan oleh orang-orang mulai dari berpakaian, cara makan, tempat tinggal dan kegiatan sehari-hari lainnya. Apabila kita tidak memperhatikan secara betul tentang segala yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari maka banyak dampak yang diberikan dari pola hidup sendiri. Seperti halnya apabila kita melihat televisi, secara tidak langsung ada radiasi yang dipancarkan dari sinar tersebut dan masih banyak lagi hal-hal yang mengandung radiasi.

Tempat tinggal atau rumah yang merupakan kebutuhan pokok atau kebutuhan primer bagi setiap manusia. Rumah yang menjadi kebutuhan primer tersebut kini sudah semakin baik kondisinya dari tahun ke tahun. Tapi tahukan anda, hal yang sedemikian rupa malah menjadi sumber radiasi untuk tubuh manusia. Dahulu, rumah dibuat dari papan atau kayu yang sangat sederhana dan didalam kayu tersebut tidak mengandung radiasi sedikitpun dan sangat aman bagi tubuh kita. Kemudian lambat taun kehidupan semakin berkembang, majunya IPTEK dan juga gengsi membuat hidup manusia semakin maju juga. Masyarakat lebih memilih menggunakan bahan bangunan yang tentu belum tahu keamanannya bagi tubuh kita.

 

Misalnya saja semen. Semen merupakan bahan bangunan yang dibuat dari campuran unsur maupun senyawa yang diambil dari tanah dan batuan. Bahan campuran semen yang dikenal sekarang ini mengandung dua bahan utama yaitu batu kapur dengan senyawa terbesarnya adalah kalsium karbonat dan tanah liat yang terdiri dari silikat, alumunium oksida. Komposisis kimia dalam semen adalah trikalsium silikat (Ca3Si) 25%, dikalsium silikat (Ca2Si) 20%, trikalsium alumina (Ca3Al) 40%, tetrakalsium aluminof (Ca4AlF) 3%, dan gypsum (CaCO3) 2% (Barnes, 1983).

Radionuklida alam yaitu 238U, 232Th, dan 40K banyak terdapat dalam tanah dan batuan. Karena bahan dasar  semen  diambil  dari  tanah  dan  batuan  maka  di  dalam  semen  juga  dimungkinkan mengandung radionuklida alam meskipun kecil. Sebagai bahan utama bangunan, keberadaan radionuklida alam tersebut akan memberikan bahaya radiasi eksterna dan interna terhadap penghuni bangunan. Bahaya radiasi eksterna berupa radiasi gamma yang dipancarkan dari masing-masing nuklida, sementara bahaya interna berupa terhirupnya gas radon dan thoron yang merupakan gas radioaktif alam hasil peluruhan 238U dan 232Th. Mengingat potensi bahaya radiasi yang ditimbulkan dalam penggunaan semen sebagai bahan bangunan maka perlu dilakukan penghitungan dosis radiasi gamma dari produk semen.

Dosis radiasi gamma semen diukur berdasarkan konsentrasi 238U, 232Th, dan 40K di dalam cuplikan semen menggunakan spektrometer gamma. Pengukuran konsentrasi 238U, 232Th, dan 40K dilakukan pada sembilan cuplikan semen dari delapan perusahaan semen di Indonesia. Dari hasil perhitungan konsentrasi 238U, 232Th, dan 40K diperoleh dosis radiasi gamma semen di Indonesia adalah 0,2 – 0,6 mSv/tahun dengan nilai rata-rata 0,3 mSv/tahun. Dosis radiasi gamma tersebut masih termasuk rendah jika dibandingkan nilai batas dosis gamma untuk berbagai jenis bahan bangunan yaitu 1,5 mSv/tahun. (Menurut Penelitian Yang Dilakukan Di Pusat Teknologi Nuklir Bahan Dan Radiometri, BATAN- Bali Yang Dilakukan Oleh Jurusan Fisika FMIPA Universitas Undayana-Bali.)

 

Meskipun tingkat radiasi gamma masih terbilang rendah yaitu untuk berbagai jenis bahan bangunan adalah 1,5 mSv/tahun. Tadi tidak dapat kita hindari tetap saja semen tersebut masih mengeluarkan radiasi yang tidak baik untuk tubuh kita, terutama bagi paru-paru. Apabila kita berada didalam ruangan yang baru saja selesai di bangun pastinya bangunan tersebut belum sepenuhnya kering. Apabila kita berada didalam nya atau kita tidur di ruangan tersebut maka tingkat radiasi yang dihasilkan akan tinggi. Hal tersebut akan menyerang paru-paru kita sekidit demi sedikit sehingga, paru-paru akan terkikis dan menyebabkan sesak nafas. Hal tersebut apabila dilakukan secara terus menerus maka dalam usia 60 tahun lebih tubuh kita akan menjadi rapuh dan bisa menyebabkan kematian.

Manusia menerima paparan radiasi dapat berasal dari alam (sinar kosmik dan zat radioaktif), medik (kedokteran), industry (reactor-PLTN) dan pekerjaan yang melibatkan pemakaian radiasi. Radiasi ini membahayakan karena sangat efektif merusak sel-sel tubuh dan dapat menyebabkan kanker, tumor, perubahan sel darah, aabortus, katarak, kemandulan, dan kematian (Suratman, 1996). Untuk menghindarai peneriamaan dosis radiasi yang berlebihan ada tiga hal yang dapat mengurangi radiasi (Tjipta Suhaemi,1982) yaitu;

  1. Waktu, apabila bekerja atau berada didalam medan radiasi dalam waktu sesingkat mungkin
  2. Jarak, diusahakan berada pada jarak sejauh mungkin dari sumber radiasi
  3. Perisai, menempatkan satu atau beberapa material sebagai perisai diantara kita dan sumber radiasi.

 

Daftar pustaka :

Rasito, RH Dkk. Dosis Radiasi Gamma Dari Produk Semen Di Indonesia.pdf. Universitas Undaya Bali
Theresia Evelyn. 2017. Ini Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia . https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/bahaya-radiasi/

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *